Saturday, May 12, 2012

Menjadi Kaya atau Mejadi Miskin adalah Perkara Cara Berpikir dan Bertindak

Menjadi kaya atau menjadi miskin itu bukan perkara nasib, tapi perkara cara berpikir dan bertindak. T. Harv Eker dalam bukunya SECRETS OF MILLIONAIRE MINDS menyebutkan bahwa itu adalah hasil dari cara berpikir dan bertindak. Ia menyebutkan ada ada 17 perbedaan cara berpikir dan bertindak orang kaya dan orang miskin, yaitu :

1. Orang kaya meyakini : "Saya menciptakan kehidupan saya sendiri" Orang miskin meyakini : "Kehidupan datang begitu saja kepada saya"
Banyak orang yang berprinsip hidup ini mengalir seperti air sungai, silahkan saja mengalir menuju kemana saja dan nikmati saja. Tapi problemnya adalah mungkin ia akan mengalir ke ketempat yang tidak diinginkan, bisa saja mengalir ke ke air terjun. Inilah yang dinamakan SINDROM AIR TERJUN NIAGARA, tiba tiba sampai ketempat yang sungguh tidak enak.
2. Orang kaya bermain dengan uang untuk menang, orang miskin bermain dengan uang untuk tidak kalah.
Orang kaya mau keluar uang untuk bangun bisnis, bangun hotel, bangun mall, bangun apartemen padahal itu belum tentu ada yang beli, orang miskin mati matian jaga uangnya tidak barani bisnis apapun karena takut rugi.
3. Orang kaya memiliki komitmen untuk menjadi kaya orang miskin hanya sekedar ingin menjadi kaya.
Arti dari komitmen adalah suka duka dijalani, sebentar atau lama dijalani, jika belum sukses tetap dijalani SAMPAI SUKSES. Beda dengan hanya sekedar ingin... ke kanan mentok, kekiri mentok, kedepan metok, kebelakang mentok selesai... nggak mau bisnis lagi.
4. Orang kaya berpikir besar, orang miskin berpikir kecil

5. Orang kaya fokus pada peluang orang miskin fokus kepada hambatan.

6. Orang kaya menghargai dan mau belajar kepada orang kaya lainnya, orang miskin iri dan dengki kepada orang kaya.

7. Orang kaya bergaul dengan orang yang positif dan sukses orang miskin bergaul dengan orang negatif dan gagal.

8. Orang kaya senantiasa menjual, mempromosikan dirinya dan keunggulannya, orang miskin berpikir negatif tentang penjualan dan promosi.

9. Orang kaya lebih besar daripada masalahnya orang miskin lebih kecil daripada masalahnya.

10. Orang kaya adalah penerima yang baik orang miskin adalah penerima yang buruk.

11. Orang kaya mau dibayar berdasarkan hasil orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu.

12. Orang kaya berpikir "dua duanya" orang miskin berpikir "lebih baik/daripada/atau"

13. Orang kaya fokus kepada kekayaan bersih orang miskin fokus kepada pendapatan berdasarkan kerja.

14. Orang kaya mengatur keuangannya dengan baik orang miskin mengatur keuangannya dengan buruk.

15. Orang kaya memiliki uang yang bekerja keras untuk dirinya orang miskin bekerja keras untuk menghasilkan uang.

16. Orang kaya tetap bekerja meskipun keraguan dan ketakutan menghadangnya, orang miskin membiarkan ketakuatan menghentikan dirinya.

17. Orang kaya senantiasa belajar dan terus bertumbuh orang miskin merasa sudah tahu tentang segalah hal

Saturday, September 10, 2011

MENJADI KAYA ITU SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW

Tulisan ini terinspirasi oleh ceramah Ust. Hilman Rosyad di Masjid Daarut Tauhiid beberapa hari lalu. Dalam ceramahnya beliau menyebutkan sebuah hadis yang kurang lebih (soalnya denger di radio sambil nyopir) bunyinya : "Sebaik - baik harta adalah yang ada ditangan orang-orang yang sholeh".

Beliau berpendapat berdasarkan hadis ini maka setiap orang islam harus mencapai derajat sholeh, selanjutnya harus mencapai derajat kaya...ya kaya secara materi alias memiliki harta yang melimpah. Selanjutnya dalam ceramahnya ini beliau menyampaikan banyak argumentasi tentang orang islam harus menjadi kaya.

Lalu pertanyaannya kenapa banyak orang islam yang malah miskin??? Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbanyak, tapi jumlah orang miskin juga terbanyak beberapa literature menyebut 30juta rakyat masuk golongan miskin.

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi kaya atau miskin itu "memang sudah setting dari sononya" sering saya mendengar kata-kata berikut :
  1. "Lha di dunia ini kan wajar ada yang kaya, ada yang miskin jadi terima saja peran masing masing..." jawaban saya : "Oke kalo begitu kamu saja yang berperan jadi orang miskin biar saya jadi orang yang kaya..."
  2. "Syukuri saja apa adanya semua ini sudah ada yang mengatur...." Jawaban saya : "Bersyukur itu wajib bahkan dalam segala kondisi, mau kaya mau miskin harus bersyukur... masalahnya kamu menjustifikasi / membenarkan cara berpikirmu itu dangan kata-kata bersyukur alias meyembunyikan kamalasan dengan kata-kata bersyukur".
  3. "Menjadi kaya itu sesuatu yang sangat sulit dilakukan... hanya orang orang tertentu yang diberikan bakat saja yang bisa jadi kaya" jawaban saya : "Coba lihat sekitar kita, ada begitu banyak peluaang... jutaan cara untuk menjadi kaya... yang terpenting adalah open mind and keep learning..."
  4. "Nasib saya memang begini... sudah ditakdirkan menjadi orang miskin..." jawaban saya : "Nasib itu bisa dirubah... berdasarkan hadis "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum apabaila kaum tersebut tidak berusaha merubahnya sendiri" jadi ayo rubah nasibmu sendiri..."
MENJADI KAYA ATAU MISKIN ADALAH CARA BERPIKIR DAN CARA BERTINDAK

Cara jitu dan manjur untuk menjadi miskin, ikuti langkah langkah berikut ini :
  1. Belanja/konsumsi lebih besar atau sama dengan pendapatan anda,
  2. Kemudian tutupi kekurangan pendapatan anda dengan hutang atau kartu kredit,
  3. Kemudian ulagi langkah 1 dan 2 terus menerus... maka berapapun pendapatan anda, maka anda akan menjadi miskin.
Cara jitu dan manjur untuk menjadi kaya, ikuti langkah langkah berikut ini :
  1. Belanja / konsumsi lebih kecil dari pendapatan anda... jadi jika pendapatan anda 2 juta perbulan yang dikonsumsi misalnya 1 juta,
  2. Kemudian sisanya yang 1 juta disimpan / investasi yang tumbuh
  3. Kemudian hasil investasi dugulungkan/diinvestasikan kembali,
  4. Kemudian ulangi langkah 1, 2 dan 3 terus menerus... makan berapapun pendapatan anda, maka anda akan menjadi kaya....
bandung, 10 september 2011

Saturday, August 27, 2011

BUDAK UANG

Tulisan ini berasal dari bukunya Robert Kiyosaki yang berjudul CHOOSE TO BE RICH yang saya bawakan secara bebas.

Robert Kiyosaki adalah orang Amerika keturunan jepang yang sangat kaya, mengarang buku yang kabarnya sudah laku lebih dari 30 juta kopi dan diterjemahkan kedalam 48 bahasa di seluruh dunia. Buku yang paling terkenal adalah Rich dad Poor Dad dan Cashflow Quadrant.

BUDAK UANG

Cerita yang paling umum dalam perjalanan karir manusia modern sekarang ini adalah begitu selesai kuliah, cari kerja, kemudian menikah.

Karena sudah memiliki penghasilan maka Ia memberanikan diri untuk mulai nyicil rumah yang cukup kecil untuk istri/suami dan anak anaknya yang akan lahir nantinya.

Begitu anak pertama lahir, kebutuhan makin meningkat demikian juga biaya hidup meningkat dengan pesat, maka keluarga baru ini suami istri bekerja makin keras supaya penghasilannya makin besar.

Setelah anak kedua dan ketiga lahir, rumah yang kecil tadi terasa semakin sempit, maka seiring dengan makin meningkatnya karir dan penghasilan sang suami / istri, mereka mulai nyicil rumah yang lebih besar, mulai nyicil mobil, alat elektronik dan barang barang mewah lainnya.

Sekali lagi karena sekarang menjadi bos / karirnya makin cemerlang maka mereka muai nyicil rumah yang lebih besar lagi yang ada kolam renangnya mobil yang mewah, perabotan mewah dan sebagainya.

Demikian terus dan terus dan terus MENJADI BUDAK UANG sampai akhirnya mati meninggalkan hutang.....

BUKAN BUDAK UANG

Berbeda cerita dengan yang diatas, begitu lulus dari kuliah atau bahkan sebelum lulus Ia sudah mulai belajar untuk MENGHASILKAN ASSET.

Asset dan liabilitas (kewajiban) menurut orang kaya berbeda dengan aset dan liabilitas pada pembukuan pada umumnya. Asset menurut orang kaya adalah apapun yang memasukkan uang kedalam kantong kita sedangkan liabilitas adalah apapun yang mengeluarkan uang dari kantong kita.

Contoh asset :
- Royalti dari nulis buku, menyanyi, main film dan lain-lain.
- Deviden dari saham yang ia miliki
- Biaya sewa dari properti / rumah
- Perusahaan yang tidak membutukan kehadirannya
- dan apapun yang mendatangkan uang tanpa ia harus bekerja atau terlibat didalamnya.

Nah begitu Ia menerima penghasilan dari asset-asset tersebut maka ia akan menggunakan uangnya tadi membeli asset lagi, terus dan terus dan terus sampai pada satu titik hasilnya cukup untuk membiayai gaya hidupnya tanpa harus bekerja lagi.

Penghasilan/income itu ada 2 macam yaitu :
1. Aktiv Income : Penghasilan yang datang karena ia bekerja seperti gaji, bonus, tunjangan dll
2. Passiv Income : Penghasilan yang datang dari asset diatas tanpa ia harus bekerja

Apabila Ia mau membeli barang-barang mewah seperti rumah mewah, mobil mewah, perabot mewah bukan dari kredit dan bukan dari hasil kerja dia tapi dari penghasilan yang datang dari asset-assetnya tadi.

Akhir ceritanya adalah ia mati dalam keadaan kaya tanpa meninggalkan hutang untuk anak dan cucunya...