Saturday, May 12, 2012
Saturday, September 10, 2011
MENJADI KAYA ITU SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW
Tulisan ini terinspirasi oleh ceramah Ust. Hilman Rosyad di Masjid Daarut Tauhiid beberapa hari lalu. Dalam ceramahnya beliau menyebutkan sebuah hadis yang kurang lebih (soalnya denger di radio sambil nyopir) bunyinya : "Sebaik - baik harta adalah yang ada ditangan orang-orang yang sholeh".
Beliau berpendapat berdasarkan hadis ini maka setiap orang islam harus mencapai derajat sholeh, selanjutnya harus mencapai derajat kaya...ya kaya secara materi alias memiliki harta yang melimpah. Selanjutnya dalam ceramahnya ini beliau menyampaikan banyak argumentasi tentang orang islam harus menjadi kaya.
Lalu pertanyaannya kenapa banyak orang islam yang malah miskin??? Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbanyak, tapi jumlah orang miskin juga terbanyak beberapa literature menyebut 30juta rakyat masuk golongan miskin.
Banyak orang beranggapan bahwa menjadi kaya atau miskin itu "memang sudah setting dari sononya" sering saya mendengar kata-kata berikut :
Cara jitu dan manjur untuk menjadi miskin, ikuti langkah langkah berikut ini :
Beliau berpendapat berdasarkan hadis ini maka setiap orang islam harus mencapai derajat sholeh, selanjutnya harus mencapai derajat kaya...ya kaya secara materi alias memiliki harta yang melimpah. Selanjutnya dalam ceramahnya ini beliau menyampaikan banyak argumentasi tentang orang islam harus menjadi kaya.
Lalu pertanyaannya kenapa banyak orang islam yang malah miskin??? Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbanyak, tapi jumlah orang miskin juga terbanyak beberapa literature menyebut 30juta rakyat masuk golongan miskin.
Banyak orang beranggapan bahwa menjadi kaya atau miskin itu "memang sudah setting dari sononya" sering saya mendengar kata-kata berikut :
- "Lha di dunia ini kan wajar ada yang kaya, ada yang miskin jadi terima saja peran masing masing..." jawaban saya : "Oke kalo begitu kamu saja yang berperan jadi orang miskin biar saya jadi orang yang kaya..."
- "Syukuri saja apa adanya semua ini sudah ada yang mengatur...." Jawaban saya : "Bersyukur itu wajib bahkan dalam segala kondisi, mau kaya mau miskin harus bersyukur... masalahnya kamu menjustifikasi / membenarkan cara berpikirmu itu dangan kata-kata bersyukur alias meyembunyikan kamalasan dengan kata-kata bersyukur".
- "Menjadi kaya itu sesuatu yang sangat sulit dilakukan... hanya orang orang tertentu yang diberikan bakat saja yang bisa jadi kaya" jawaban saya : "Coba lihat sekitar kita, ada begitu banyak peluaang... jutaan cara untuk menjadi kaya... yang terpenting adalah open mind and keep learning..."
- "Nasib saya memang begini... sudah ditakdirkan menjadi orang miskin..." jawaban saya : "Nasib itu bisa dirubah... berdasarkan hadis "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum apabaila kaum tersebut tidak berusaha merubahnya sendiri" jadi ayo rubah nasibmu sendiri..."
Cara jitu dan manjur untuk menjadi miskin, ikuti langkah langkah berikut ini :
- Belanja/konsumsi lebih besar atau sama dengan pendapatan anda,
- Kemudian tutupi kekurangan pendapatan anda dengan hutang atau kartu kredit,
- Kemudian ulagi langkah 1 dan 2 terus menerus... maka berapapun pendapatan anda, maka anda akan menjadi miskin.
- Belanja / konsumsi lebih kecil dari pendapatan anda... jadi jika pendapatan anda 2 juta perbulan yang dikonsumsi misalnya 1 juta,
- Kemudian sisanya yang 1 juta disimpan / investasi yang tumbuh
- Kemudian hasil investasi dugulungkan/diinvestasikan kembali,
- Kemudian ulangi langkah 1, 2 dan 3 terus menerus... makan berapapun pendapatan anda, maka anda akan menjadi kaya....
Saturday, August 27, 2011
BUDAK UANG
Tulisan ini berasal dari bukunya Robert Kiyosaki yang berjudul CHOOSE TO BE RICH yang saya bawakan secara bebas.
Robert Kiyosaki adalah orang Amerika keturunan jepang yang sangat kaya, mengarang buku yang kabarnya sudah laku lebih dari 30 juta kopi dan diterjemahkan kedalam 48 bahasa di seluruh dunia. Buku yang paling terkenal adalah Rich dad Poor Dad dan Cashflow Quadrant.
BUDAK UANG
Cerita yang paling umum dalam perjalanan karir manusia modern sekarang ini adalah begitu selesai kuliah, cari kerja, kemudian menikah.
Karena sudah memiliki penghasilan maka Ia memberanikan diri untuk mulai nyicil rumah yang cukup kecil untuk istri/suami dan anak anaknya yang akan lahir nantinya.
Begitu anak pertama lahir, kebutuhan makin meningkat demikian juga biaya hidup meningkat dengan pesat, maka keluarga baru ini suami istri bekerja makin keras supaya penghasilannya makin besar.
Setelah anak kedua dan ketiga lahir, rumah yang kecil tadi terasa semakin sempit, maka seiring dengan makin meningkatnya karir dan penghasilan sang suami / istri, mereka mulai nyicil rumah yang lebih besar, mulai nyicil mobil, alat elektronik dan barang barang mewah lainnya.
Sekali lagi karena sekarang menjadi bos / karirnya makin cemerlang maka mereka muai nyicil rumah yang lebih besar lagi yang ada kolam renangnya mobil yang mewah, perabotan mewah dan sebagainya.
Demikian terus dan terus dan terus MENJADI BUDAK UANG sampai akhirnya mati meninggalkan hutang.....
BUKAN BUDAK UANG
Berbeda cerita dengan yang diatas, begitu lulus dari kuliah atau bahkan sebelum lulus Ia sudah mulai belajar untuk MENGHASILKAN ASSET.
Asset dan liabilitas (kewajiban) menurut orang kaya berbeda dengan aset dan liabilitas pada pembukuan pada umumnya. Asset menurut orang kaya adalah apapun yang memasukkan uang kedalam kantong kita sedangkan liabilitas adalah apapun yang mengeluarkan uang dari kantong kita.
Contoh asset :
- Royalti dari nulis buku, menyanyi, main film dan lain-lain.
- Deviden dari saham yang ia miliki
- Biaya sewa dari properti / rumah
- Perusahaan yang tidak membutukan kehadirannya
- dan apapun yang mendatangkan uang tanpa ia harus bekerja atau terlibat didalamnya.
Nah begitu Ia menerima penghasilan dari asset-asset tersebut maka ia akan menggunakan uangnya tadi membeli asset lagi, terus dan terus dan terus sampai pada satu titik hasilnya cukup untuk membiayai gaya hidupnya tanpa harus bekerja lagi.
Penghasilan/income itu ada 2 macam yaitu :
1. Aktiv Income : Penghasilan yang datang karena ia bekerja seperti gaji, bonus, tunjangan dll
2. Passiv Income : Penghasilan yang datang dari asset diatas tanpa ia harus bekerja
Apabila Ia mau membeli barang-barang mewah seperti rumah mewah, mobil mewah, perabot mewah bukan dari kredit dan bukan dari hasil kerja dia tapi dari penghasilan yang datang dari asset-assetnya tadi.
Akhir ceritanya adalah ia mati dalam keadaan kaya tanpa meninggalkan hutang untuk anak dan cucunya...
Subscribe to:
Posts (Atom)
