Percayakah anda jika ada banyak orang yang TAKUT UNTUK MENJADI KAYA... Iya betul sekali takut untuk menjadi kaya. "Nanti kalo kaya jangan jangan anak cucu saya berebut harta warisan", atau "Nanti kalo kaya banyak orang yang datang minta sumbangan" atau dia punya keyakinan orang kaya itu rakus, atau orang kaya itu jahat.
Selama seseorang memiliki keyakinan seperti itu maka Ia tidak akan bisa kaya, bahkan apabila tiba tiba dapat uang segunung. Misalnya dia menang lotre, atau dapat warisan. Dalam satu acara di NGC (National Geogrphic Channel) pernah ditayangkan orang orang yang menang lotre di amerika, yang menang antara 10 - 50 juta dollar atau 100 - 500 milyar. Orang orang ini hanya sanggup mempertahankan kekayaanya rata-rata selama 1 tahun, selanjutnya mereka menjadi orang biasa lagi.
KEYAKINAN adalah kata kuncinya. Banyak orang yang berkata, "nggak perlu kaya, yang penting bahagia", atau "Saya memang miskin tapi saya bahagia kok", atau, "biar miskin, tapi masuk surga".
Bagi saya, perkataan diatas adalah sesuatu yang tidak adil. Hidup adalah pilihan-pilihan, bisa nggak misalnya "hidup saya kaya dan bahagia", atau "Kaya raya, masuk surga"... jawabannya tentu saja bisa, lalu kenapa nggak milih yang kaya dan masuk surga?
Saya punya banyak kenalan yang masih muda, kaya raya dan insya Allah sholeh. Akan saya ceritakan 3 orang diantaranya :
1. Bapak A (inisial saja) Pengusaha apotek di bandung, saat ini punya 6 apotek salah satunya dia sedekahkan penghasilannya, ketika saya bertanya berapa penghasilan dari apotek tersebut, teman saya ini jawab sekitar 25 juta sebulan. wow... sedekah 25 juta sebulah... luar biasa.
2. Bapak N Pengusaha konveksi dia beli rumah nyicil 15 juta sebulan, kemudian diwakafkan (digunakan untuk rumah anak yatim), hmm sedekah rumah harga ratusan juta, luar biasa.
3 Bapak I, pengusaha bidang logam mulia, dia pernah cerita penghasilannya perbulan sekitar 100 juta, lalu kebutuhan dapur dan sehari harinya sekitar 30 jt, maka 70juta per bulan dia sedekahkan... luar biasa..
Jadi kalo bisa pilih kaya dan sholeh kenapa harus pilih miskin dan tidak sholeh...?
Saturday, July 30, 2011
Thursday, July 28, 2011
TENTANG UANG, KEKAYAAN DAN ENERGI
Salah satu tujuan terpenting dalam perjalanan hidup saya adalah SAYA HARUS MENJADI KAYA... untuk mewujudkan ini saya belajar sungguh sungguh kepada banyak sekali orang, dan 80 persen saya belajar kepada top number one di dunia seperti Robert Kiyosaki, Anthony Robbins, Jay Abraham, yang dari Indonesia Tung Desem Waringin, James Gwee dan masih banyak lagi. Sudah ratusan (mungkin juga ribuan) buku yang saya baca, ratusan kaset/cd saya dengarkan, puluhan motivator dan pembicara tentang cara untuk menjadi kaya saya dengarkan ceramah-ceramahnya.
Dari semua itu, saya berkesimpulan bahwa kekayaan adalah bentuk lain daripada energi. Dan sebagaimana hukum daripada energi kekekalan energi, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain.
Percayakah anda, jika segala sesuatu yang anda miliki sekarang ini adalah hasil dari doa, impian, kerja, dan harapan yang pernah anda lakukan. Doa, prasangka, impian, kerja dan harapan adalah upaya untuk mengubah energi menjadi energi dalam bentuk yang lain.
Demikian juga apa yang akan anda dapatkan dimasa datang adalah apa yang doa, prasangka, impikan dan kerjakan dimasa kini dan yang akan datang.
Intensitas energi diukur menggunakan gelombang, sifat gelombang adalah naik dan turun, naik dan turun ini saling mempengaruhi diantara gelombang yang lain. Gelombang yang tinggi bisa mempengaruhi gelombang yang rendah menjadi tinggi, atau sebaliknya gelombang yang tinggi bisa terpengaruh oleh gelombang yang rendah.
Gelombang orang kaya berbeda dengan gelombang orang miskin. Orang kaya gelombangya bulan ini penghasilan 50 juta, bulan depan 100 juta, bulan berikutnya mungkin turun menjadi 2 juta. Gelombang orang miskin hari ini makan dua kali, besok makan sekali, mungkin lusa tidak makan.
Vincent Lombardi mengatakan "Keyakinan itu menular, demikian juga ketidak yakinan." Mike Murdock mengatakan "Bayarlah berapapun untuk selalu dekat dengan orang kaya". Sebuah nasehat yang luar biasa.
Percayakah anda bahwa anda adalah rata-rata dari 5 orang terdekat yang paling sering begaul dengan anda. Silahkan lakukan tes ini, tulis 5 orang terdekat anda, mungkin istri anda, mungkin tetangga anda, kemudian tulis kira-kira penghasilan masing-masing kemuadian dibagi 5. Ketika pertama kali melakukan tes ini saya sangat terkejut ternyata betul penghasilan saya rata-rata sama dengan 5 orang terdekat.
Jadi jika anda ingin kaya maka 80% waktu anda harus digunakan untuk belajar kepada orang-orang yang kaya, sisanya 20% boleh belajar kepada pengemis dipinggir jalan, kepada orang yang gagal kenapa bisnisnya gagal dan seterusnya.
Dari semua itu, saya berkesimpulan bahwa kekayaan adalah bentuk lain daripada energi. Dan sebagaimana hukum daripada energi kekekalan energi, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain.
Percayakah anda, jika segala sesuatu yang anda miliki sekarang ini adalah hasil dari doa, impian, kerja, dan harapan yang pernah anda lakukan. Doa, prasangka, impian, kerja dan harapan adalah upaya untuk mengubah energi menjadi energi dalam bentuk yang lain.
Demikian juga apa yang akan anda dapatkan dimasa datang adalah apa yang doa, prasangka, impikan dan kerjakan dimasa kini dan yang akan datang.
Intensitas energi diukur menggunakan gelombang, sifat gelombang adalah naik dan turun, naik dan turun ini saling mempengaruhi diantara gelombang yang lain. Gelombang yang tinggi bisa mempengaruhi gelombang yang rendah menjadi tinggi, atau sebaliknya gelombang yang tinggi bisa terpengaruh oleh gelombang yang rendah.
Gelombang orang kaya berbeda dengan gelombang orang miskin. Orang kaya gelombangya bulan ini penghasilan 50 juta, bulan depan 100 juta, bulan berikutnya mungkin turun menjadi 2 juta. Gelombang orang miskin hari ini makan dua kali, besok makan sekali, mungkin lusa tidak makan.
Vincent Lombardi mengatakan "Keyakinan itu menular, demikian juga ketidak yakinan." Mike Murdock mengatakan "Bayarlah berapapun untuk selalu dekat dengan orang kaya". Sebuah nasehat yang luar biasa.
Percayakah anda bahwa anda adalah rata-rata dari 5 orang terdekat yang paling sering begaul dengan anda. Silahkan lakukan tes ini, tulis 5 orang terdekat anda, mungkin istri anda, mungkin tetangga anda, kemudian tulis kira-kira penghasilan masing-masing kemuadian dibagi 5. Ketika pertama kali melakukan tes ini saya sangat terkejut ternyata betul penghasilan saya rata-rata sama dengan 5 orang terdekat.
Jadi jika anda ingin kaya maka 80% waktu anda harus digunakan untuk belajar kepada orang-orang yang kaya, sisanya 20% boleh belajar kepada pengemis dipinggir jalan, kepada orang yang gagal kenapa bisnisnya gagal dan seterusnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
