Wednesday, June 27, 2012

ANDA MAU MULAI BISNIS NGGAK PUNYA MODAL ? NGGAK MASALAH...


ANDA MAU MULAI BISNIS NGGAK PUNYA MODAL ?
NGGAK MASALAH
Karena untuk membangun bisnis hanya dibutuhkan IDE

Banyak orang tidak mulai bisnis dengan alasan nggak punya modal.... Ia terpenjara oleh tembok yang dibikin sendiri bernama TEMBOK MODAL. Saya beri tau rahasia paling rahasia dari pengusaha sukses yaitu untuk memulai bisnis nggak perlu modal uang... yang diperlukan hanyalah IDE.

Dulu saya memulai toko alat kedokteran awalnya juga sama, nggak punya modal, bahkan waktu itu tahun 2004 saya habis rugi sekitar 100 juta dari bisnis warnet. Bukan hanya nggak punya modal bahkan minus karena bisnis sebelumnya bangkrut.

Pak Purdi mulai bisnis primagama juga nggak pakai modal, awalnya Ia pinjam uang temannya yang akan digunakan untuk pasang listrik di rumah barunya, tentu jumalnya nggak banyak dan nggak bisa lama. Ia pinjam untuk sewa tempat ukuran kecil buat ruangan bimbingan belajar primagama selama satu bulan, lalu kursi untuk siswa sewa dari persewaan kerperluan pesta. Kalo bimbingan sudah selesai kursinya dikembalikan lagi ke tempat sewa, jadinya kan lebih murah karena sewanya jam jaman bukan harian. Untungnya bisnis bidang pendidikan itu bayarnya diawal, jadi dapat uangnya diawal. Uang ini yang digunakan untuk sewa lagi ditempat yang lain, jadi bisa buka cabang baru.

Kini primagama telah memiliki lebih dari 1.000 cabang di seluruh Indonesia dengan nilai total assetnya mencapai 700 milyar rupiah.

Saya memulai jualan alat kedokteran nggak pakai modal, caranya begini, tempatnya numpang di kost temen yang kebetulan lokasinya strategis. Lalu saya minta brosur ke toko dan grosir alkes besar dibandung, brosur kan gratis... bahkan mereka pasti senang karena kita bantu jualin barangnya. Saya juga bikin brosur untuk promosi toko alat kedokteran saya, nggak mahal kalo cuma fotokopi aja. Kalo ada yang beli saya tunjukin aja brosurnya, lalu minta uangnya duluan, misalnya beli tensi dan stetoskop harganya Rp. 250.000. harga modalnya cuma Rp. 200.000 kan ada untung 50.000 jadi saya bilang gini, mbak/mas, barangnya saya ambil dulu di gudang (maksudnya gudang orang lain) nanti satu jam lagi bisa diambil kesini atau boleh saya anterin ke rumah/ke RS.

Lalu saya belanja ke grosir, dapat satu tensi dan dua stetoskop karena harga modal stetoskop hanya 50.000. Satu tensi satu stetoskop diserahkan kepada pembeli, satu stetoskopnya jadi stok di toko.... begitu seterusnya... awalnya cuma satu etalase ukuran 1 meter dan barangnya jarang jarang. Sekarang stok ditoko nilainya sudah ratusan juta rupiah.

Kadang dapat orderan dari sekolah atau klinik, selalu minta dibayar dimuka atau minimal uang muka buat belanja, untungnya buat belanja lagi, jangan dikonsumsi/dipakai, boleh dipakai secukupnya untuk operasional saja. Lebih bagus lagi ke suplier juga bisa ngutang, minimal tempo pembayaran, jadi bisa ambil barangnya duluan.

Syihabudin yang kini sukses menjadi orang terkaya di jogja, juga memulai bisnis tanpa modal. Saya tahu persis karena dulu jaman kuliah kami sama sama mahasiswa miskin satu kos numpang digarasi orang. Bahkan sesekali Ia ikut bis kota jadi kondektur atau kernet buat makan. Ia menggunakan teknik yang sama, awalnya kerja di perusahaan orang jadi seles perumahan. Dapat duit ditabung terus... dan terus... dan terus... akhirnya mampu beli tanah kecil untuk bangun 2 rumah. Dapat untung lagi beli tanah yang lebih besar, bangun 5 rumah, dan terus dan terus.... kini ia sedang mengerjakan 2.000 rumah di satu lokasi.

Jadi kalo anda tidak sukses karena merasa tidak punya modal, berarti ada yang salah dengan keyakinan anda... SALAM KAYA DAN SALAM MERDEKA

No comments: