Dahlan
Oh Dahlan..
Siapa
yang tidak kenal Dahlan Iskan, Bosnya Jawa Pos koran terbesar di
Indonesia timur, mantan dirut PLN yang kini menjadi menteri BUMN,
namanya lagi ngetop tindakannya nyeleneh. Tung Desem menyebut orang
ini “Wong edan”, mohon maaf agak kasar... meskipun makna kasar
itu relatif...kalo bahasa jalanan Jogja dan sekitarnya bahkan
dianggap suatu keakraban. Pak purdi menyebut otaknya terlalu ke
kanan...
Saya
lagi keranjingan Dahlan Iskan, semua bukunya saya beli : Ganti Hati,
Sepatu Dahlan, Tidak Ada Yang Tidak Bisa (cerita soal Karmaka bosnya
NISP), Dahlan Juga manusia, saya juga cari cari artikelnya artikelnya
di internet...
Nggak
tau ya kenapa.. mungkin berkaitan dengan peristiwa 17 tahun lalu
ketika jadi mahasiwa di Jogja nyambi jadi loper koran.... tahukah
anda apa yang paling dibenci oleh hampir semua loper koran ? Yaitu
apabila ada minta berlangganan JAWA POS..... karena ini satu satunya
koran yang nggak pernah libur... benar sekali... nggak pernah libur
bahkan di tanggal merah.... jadi selama setahun hanya libur 2 hari
pas lebaran... itu saja... nggak lebih... sungguh menyebalkan.....
lha jadi kapan kita liburnya??? lebih menyebalkan biasanya di Jogja
pelanggan jawapos cuma sedikit. Langganan saya waktu itu sekitar
60-70 orang, yang langganan jawa pos cuma sekitar 5 orang. Jadi pas
libur bangun sebelum subuh cuma buat ngirim koran ke 5 orang...
sungguh menyebalkan....
Tiga
hari ini baca buku Ganti Hati.... sungguh keren... jujur saya bisa
tertawa, menangis, kagum, terpesona dengan tulisan di buku itu. Kalo
anda belum baca buku itu saya sangat recommended, beli trus baca
sampai habis... ingat ya beli... jangan minjem.
Saya
tergelitik dengan bahasan mengenai doa... dahlan punya definisi
sendiri soal doa, jika selama ini kita berdoa untuk menyuruh, memaksa
atau memerintah Allah... contohnya Ya Allah masukkan kami ke dalam
surga... jadikanlah kami keluarga yang bahagia... tidak demikian
dengan Dahlan, Ia berdoa cukup pendek... “Terserah engkau saja”.
Masih
soal doa, selama ini kita berdoa “berikanlah kami rejeki yang
banyak” atau “semoga lulus dalam ujian ini...” kata Dahlan lalu
buat apa diberikan otak super cerdas, tangan dan kaki sehat wal afiat
jika sedikit sedikit minta, mengeluh, maksa.... bahkan orang yang
paling pintar sekalipun konon baru menggunakan sekitar 5% dari
potensi otaknya, apalagi kita yang nggak bisa dibilang terlalu
pinter...?
Kita
juga sering mendengar orang menyalahkan Allah karena sebab yang tidak
masuk akal, contohnya ketika mulai usaha dan gagal, apa kata orang
tersebut? “Ini adalah kehendak Allah saya gagal....” padahal
jelas jelas dia kurang gigih dan ulet, usahanya kurang sungguh
sungguh, gampang menyerah, nggak mau bangkit lagi.
Khutbah
jumat kemarin khotibnya yang membahas soal sabar ngomong begini “bagi
anda yang sudah berusaha dan kemudian gagal, contohnya anda ikut
ujian, sudah belajar dengan seksama dan gagal maka terimalah dengan
sabar bahwa itu adalah takdir Tuhan...” kok nyalahin takdir?
Nyalahin tuhan pula... padahal siapa tahu itu karena kurang sungguh
sungguh belajarnya....
Cerita
menarik di buku itu juga soal kegalauan isterinya yang takut Dahlan
mati dalam keadaan wajah menghitam. Sudah menjadi pandangan umum di
masyarakat jika meninggal dengan wajah menghitam artinya Allah murka
kepadanya. Ia membandingkan dengan Nurcholis majid yang juga
meninggal dengan wajah menghitam, padahal ini disebabkan karena
sirosis (hatinya mengeras karena penyakit atau virus).
Dahlan
adalah pengusaha sukses yang berangkat dari nol, istilahnya from zero
to hero, ia hanya lulusan SMA pernah kuliah di IAIN tapi nggak lulus,
kini menjadi raja media salah satu yang terbesar di Indonesia. Gaya
kepemimpinannya unik, nyeleneh, ngawur... tapi sukses dan kaya raya.

1 comment:
"Terserah Engkau saja..." wkkk.... memang terlalu kanan kayaknya otaknya hehehe...
Post a Comment