Saturday, July 28, 2012

Dahlan Oh Dahlan..


Dahlan Oh Dahlan..

Siapa yang tidak kenal Dahlan Iskan, Bosnya Jawa Pos koran terbesar di Indonesia timur, mantan dirut PLN yang kini menjadi menteri BUMN, namanya lagi ngetop tindakannya nyeleneh. Tung Desem menyebut orang ini “Wong edan”, mohon maaf agak kasar... meskipun makna kasar itu relatif...kalo bahasa jalanan Jogja dan sekitarnya bahkan dianggap suatu keakraban. Pak purdi menyebut otaknya terlalu ke kanan...

Saya lagi keranjingan Dahlan Iskan, semua bukunya saya beli : Ganti Hati, Sepatu Dahlan, Tidak Ada Yang Tidak Bisa (cerita soal Karmaka bosnya NISP), Dahlan Juga manusia, saya juga cari cari artikelnya artikelnya di internet...

Nggak tau ya kenapa.. mungkin berkaitan dengan peristiwa 17 tahun lalu ketika jadi mahasiwa di Jogja nyambi jadi loper koran.... tahukah anda apa yang paling dibenci oleh hampir semua loper koran ? Yaitu apabila ada minta berlangganan JAWA POS..... karena ini satu satunya koran yang nggak pernah libur... benar sekali... nggak pernah libur bahkan di tanggal merah.... jadi selama setahun hanya libur 2 hari pas lebaran... itu saja... nggak lebih... sungguh menyebalkan..... lha jadi kapan kita liburnya??? lebih menyebalkan biasanya di Jogja pelanggan jawapos cuma sedikit. Langganan saya waktu itu sekitar 60-70 orang, yang langganan jawa pos cuma sekitar 5 orang. Jadi pas libur bangun sebelum subuh cuma buat ngirim koran ke 5 orang... sungguh menyebalkan....

Tiga hari ini baca buku Ganti Hati.... sungguh keren... jujur saya bisa tertawa, menangis, kagum, terpesona dengan tulisan di buku itu. Kalo anda belum baca buku itu saya sangat recommended, beli trus baca sampai habis... ingat ya beli... jangan minjem.

Saya tergelitik dengan bahasan mengenai doa... dahlan punya definisi sendiri soal doa, jika selama ini kita berdoa untuk menyuruh, memaksa atau memerintah Allah... contohnya Ya Allah masukkan kami ke dalam surga... jadikanlah kami keluarga yang bahagia... tidak demikian dengan Dahlan, Ia berdoa cukup pendek... “Terserah engkau saja”.

Masih soal doa, selama ini kita berdoa “berikanlah kami rejeki yang banyak” atau “semoga lulus dalam ujian ini...” kata Dahlan lalu buat apa diberikan otak super cerdas, tangan dan kaki sehat wal afiat jika sedikit sedikit minta, mengeluh, maksa.... bahkan orang yang paling pintar sekalipun konon baru menggunakan sekitar 5% dari potensi otaknya, apalagi kita yang nggak bisa dibilang terlalu pinter...?

Kita juga sering mendengar orang menyalahkan Allah karena sebab yang tidak masuk akal, contohnya ketika mulai usaha dan gagal, apa kata orang tersebut? “Ini adalah kehendak Allah saya gagal....” padahal jelas jelas dia kurang gigih dan ulet, usahanya kurang sungguh sungguh, gampang menyerah, nggak mau bangkit lagi.

Khutbah jumat kemarin khotibnya yang membahas soal sabar ngomong begini “bagi anda yang sudah berusaha dan kemudian gagal, contohnya anda ikut ujian, sudah belajar dengan seksama dan gagal maka terimalah dengan sabar bahwa itu adalah takdir Tuhan...” kok nyalahin takdir? Nyalahin tuhan pula... padahal siapa tahu itu karena kurang sungguh sungguh belajarnya....

Cerita menarik di buku itu juga soal kegalauan isterinya yang takut Dahlan mati dalam keadaan wajah menghitam. Sudah menjadi pandangan umum di masyarakat jika meninggal dengan wajah menghitam artinya Allah murka kepadanya. Ia membandingkan dengan Nurcholis majid yang juga meninggal dengan wajah menghitam, padahal ini disebabkan karena sirosis (hatinya mengeras karena penyakit atau virus).

Dahlan adalah pengusaha sukses yang berangkat dari nol, istilahnya from zero to hero, ia hanya lulusan SMA pernah kuliah di IAIN tapi nggak lulus, kini menjadi raja media salah satu yang terbesar di Indonesia. Gaya kepemimpinannya unik, nyeleneh, ngawur... tapi sukses dan kaya raya. 

1 comment:

eful said...

"Terserah Engkau saja..." wkkk.... memang terlalu kanan kayaknya otaknya hehehe...